Daftar Bank Penyedia Kredit Mobil Syariah Terbaik dan Terpercaya

Daftar Bank Penyedia Kredit Mobil Syariah Terbaik dan Terpercaya

Bank syariah adalah salah satu sumber pendanaan kredit kendaraan berbasis syariah. Lembaga keuangan ini menjalankan transaksi sesuai syariat ajaran Islam. Bank penyedia kredit mobil Syariah terbaik dan terpercaya menawarkan kredit mobil menggunakan konsep akad murabahah tanpa DP. Berdasarkan transaksi dalam syariat ajaran Islam, maka tidak dikenakan suku bunga.

Daftar Bank Penyedia Kredit Mobil Syariah Terbaik dan Terpercaya

BCA syariah KKB iB

Bank BCA Syariah melalui produk BCA Syariah KKB iB menawarkan produk kredit mobil syariah . BCA Syariah KKB iB memiliki konsep kontrak jual beli dan menawarkan pembayaran tetap selama waktu cicilan. Produk dari BCA Syariah KKB iB menawarkan kredit mobil dengan tenor maksimal 60 bulan.

Baca Juga : Keuntungan Dari Pengajuan Kredit Mobil Syariah

Ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan untuk mengajukan kredit mobil di BCA Syariah KKB iB antara lain: usia 21-55 tahun, FC KTP, FC KK, surat nikah, slip gaji 3 bulan terakhir, NPWP, SIUP dan keterangan kerja asli.

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Bank Mandiri Syariah (BSM) juga menawarkan kredit mobil syariah. BSM menjamin nasabah untuk kredit mobil dengan angsuran ringan, karena didukung oleh lebih dari 3000 dealer. BSM menawarkan pembiayaan mobil baru dengan maksimal cicilan selama 5 tahun.

Dalam mengajukan kredit mobil, ada persyaratan yang perlu disiapkan seperti: usia pemohon minimal 21 tahun, FC KTP, FC KK, akta nikah, slip gaji, surat keterangan dari tempat kerja dan memiliki penghasilan tetap.

Baca Juga : Perbedaan Kredit Mobil Syariah dan Konvensional

BNI Oto iB Hasanah

BNI Oto iB Hasanah juga tidak mau ketinggalan dalam layanan kredit mobil syariah dengan pembiayaan mulai dari 5 juta – 1 milyar dengan dp ringan dan tenor hingga 5 tahun.

Untuk mengajukan kredit ada persyaratan yang harus dilengkapi, seperti: Warga Negara Indonesia, masa kerja minimal 2 tahun, memiliki penghasilan tetap dan harus menyerahkan formulir yang telah diisi oleh pemohon. Pengajuan kredit di BNI Oto iB Hasanah secara online dengan mengunjungi website resmi BNI Syariah.

KKB BRI syariah iB

Untuk nasabah bank BRI Syariah, melalui produk KKB BRI Syariah iB dapat mengajukan kredit mobil syariah. Produk ini tidak hanya menawarkan kredit untuk mobil baru saja tapi juga untuk mobil bekas. Dengan pembiayaan mulai dari 50 juta – satu miliar.

Baca Juga : Cara Mudah Memilih Asuransi Mobil Terbaik

Untuk kredit mobil syariah, KKB BRI Syariah iB memiliki ketentuan harus membayar dp sebesar 30% dari jumlah pinjaman yang diajukan. Sedangkan untuk Cicilan tersedia tenor mulai dari 1 tahun hingga maksimal 5 tahun.

BPRS Al Salaam kredit mobil syariah

Penyedia kredit mobil syariah selanjutnya adalah BPRS Al Salaam menawarkan, yang menawarkan baik mobil baru maupun bekas. Kredit mobil yang ditawarkan dengan angsuran yang tidak fluktuatif. BPRS Al Salaam juga menawarkan kredit untuk badan usaha.

Untuk persyaratannya, di antaranya: fotokopi KTP, fotokopi SIM A, fotokopi KK, surat nikah, FC laporan keterangan usaha, slip gaji tiga bulan terakhir, bukti kepemilikan rumah dan fotokopi dokumen pemilik kendaraan lama.

Baca Juga : 5 Perusahaan Asuransi Mobil Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Simulasi pengajuan kredit mobil tanpa riba

Kredit mobil di bank syariah memiliki konsep yang berbeda dengan kredit konvensional. Pada kredit mobil syariah tidak ada suku bunga, tapi keuntungan keuntungan perusahaan diambil dari kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak. Contoh simulasi kredit mobil syariah adalah seperti berikut ini.

Seorang nasabah mengajukan pembiayaan untuk mobil Toyota Cayla tipe G AT senilai Rp167 juta dengan tenor 4 tahun menjadi Rp200 juta, selisih selisih Rp34 juta menjadi keuntungan perusahaan. Jika meminta persetujuannya, maka nasabah akan dikenakan denda sebesar Rp3 juta /bulan secara tetap dan tidak ada perubahan selama masa pembiayaan.

Jika nasabah mengalami keterlambatan pembayaran cicilan, tidak akan dikenakan denda. Akan tetapi, pelanggan harus membayar sejumlah uang untuk disalurkan pada lembaga sosial oleh perusahaan. Jika dalam perjalanannya nasabah sudah tidak mampu melanjutkan cicilan, maka tersebut akan dijual. Dari hasil penjualan, nasabah harus membayar kekurangan kreditnya dan sisanya akan dikembalikan kepada nasabah.