7 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin Yang Harus Diketahui

7 Penyebab AC Mobil Tidak Dingin Yang Harus Diketahui

Mengendarai mobil pada siang hari, khususnya di kota besar seperti Jakarta dengan lalu lintas yang macet pasti suhu di kabin mobil menjadi panas. Untuk menetralisir suhu dalam kabin mobil harus dengan simulasi AC mobil. Ketika AC mobil tidak akan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Ada beberapa penyebab AC mobil tidak dingin , misalkan ada komponen yang memang sudah rusak usianya, atau hanya butuh dibersihkan saja.

Berikut Beberapa Faktor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Freon habis atau kurang

AC mobil tidak dingin bisa disebabkan karena freon habis. Umumnya, freon tidak akan habis atau berkurang selama tidak ada sistem AC mobil yang tidak ada kebocoran. Freon kebocoran biasanya terjadi pada sambungan pipa yang sudah mulai usia. Bisa karena ada kerusakan di bagian saft atau relief valve pada Kompresor.

Baca Juga : Tips Mudah Cara Merawat AC Mobil Agar Tetap Dingin dan Awet

Kondensor kotor

Periksa kondisi Kondensor AC mobil jangan sampai banyak kotoran yang disimpan terlalu lama. Kondensor yang kotor bahkan sampai berkarat tidak akan berfungsi maksimal ketika membuang panas dari gas bertekanan tinggi.

Kompresor aus

Ketika tekanan AC tidak normal bisa disebabkan kondisi Kompresor AC mobil yang sudah aus atau jebol. Selain itu, bisa dengan melihat Sight Glass yang terlihat hitam. Hal itu, produksi Receiver Dryer atau Expansion Valve tersumbat kotoran.

Ketika tanda-tanda tersebut telah muncul, disarankan untuk segera mengganti kompresor AC mobil karena itu satu-satunya jalan ketika Kompresor sudah aus.

Fanbelt/Drivebelt putus

Fungsi fanbelt sebagai alat untuk mengalirkan putaran mesin kepada Kompresor, maka sangat penting untuk kinerja AC mobil Jika fanbelt secara otomatis Kompresor tidak akan berputar. Hasilnya, freon tidak bisa bersirkulasi dan ruangan kabin menjadi terasa panas.

Saluran pembuangan udara terkondensasi tersumbat

Penyebab berikutnya AC mobil kurang dingin adalah tersumbatnya saluran pembuangan udara kondensasi. Ciri-ciri saluran pembuangan udara terkondensasi tersumbatnya tetesan udara di bawah dashboard. Bisa juga ketika AC dinyalakan bagian atas dashboard menjadi berembun.

Baca Juga : Cara Mudah Mengganti Minyak Rem Mobil Sendiri

Hal tersebut karena saluran udara terkondensasi sehingga mengakibatkan boks Evaporator dipenuhi dengan udara. Maka aliran udara yang dihembuskan secara otomatis akan terhambat,bukannya ruang kabin menjadi terasa sejuk malah menyebabkan bau lembap yang kurang sedap dan karpet menjadi basah.

Evaporator yang kotor atau tersumbat

Masalah pada Evaporator sering disebabkan oleh debu. Debu atau kotoran yang menempel pada Evaporator adalah hasil dari hisapan blower yang terhubung langsung dengan Evaporator. Sehingga menghambat udara dari blower akan terhambat, akibat AC kurang dingin karena sistem sirkulasi AC menjadi kurang lancar. Hambatan yang terjadi pada Evaporator bisa karena filter AC sudah lama dibersihkan.

Motor extrafan mati atau lemah

Salah satu komponen yang harus dicek ketika AC mobil terasa kurang dingin adalah motor extrafan. Untuk mengetahuinya sangat mudah, tinggal nyalakan AC mobil dan lihat extrafan yang ada di depan Kondensor berputar atau tidak.

Baca Juga : 5 Manfaat Cover Mobil Yang Harus Diketahui

Jika extrafan rusak, proses kondensasi pada Kondensor tidak akan berjalan normal. Maksudnya karena tidak terjadi penurunan suhu dalam Kondensor akibat yang dirasakan di kabin hanya hawa panas. Bisa juga extrafan sudah lemah yang mengakibatkan putarannya tidak cepat bahkan kadang-kadang berhenti. Disarankan mengganti dengan komponen yang baru agar AC mobil bisa kembali dingin.

Itulah beberapa hal yang menyebabkan AC mobil tidak dingin , sehingga disarankan untuk memeriksanya secara berkala.