Kebijakan pemerintah kolonial Portugis yang yang memicu perlawanan lokal adalah

Kebijakan pemerintah kolonial Portugis yang yang memicu perlawanan lokal adalah ….

A. Monopoli perdagangan rempah-rempah

B. Campur tangan terhadap masalah internal kerajaan

C. Ekspansi wilayah demi melancarkan kebijakan pintu terbuka

D. Penderitaan rakyat akibat sistem tanam paksa, kebijakan pintu terbuka, politik etis

E. Adanya praktik diskriminasi terhadap penduduk pribumi

Pembahasan

Setelah masuk ke Nusantara, Portugis secara berangsur-angsur menguasai Ternate. Setelah berhasil menguasai Malaka pada 1511, Bangsa Portugis melanjutkan perjalanan ke Maluku. Tujuan utamanya menguasai rempah-rempah di Ternate, Maluku. Awalnya, kedatangan Bangsa Portugis disambut hangat oleh raja dan rakyat Ternate. Bahkan Portugis diberi kesempatan mendirikan benteng dan hak monopoli perdagangan cengkeh.

Keserakahan Portugis dan ketentuan harga cengkeh yang terlalu rendah membuat rakyat Ternate atau Maluku sengsara. Permusuhan antar keduanya pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya, Portugis harus memindahkan kegiatan dagang mereka ke Nusa Tenggara. Di samping itu, Portugis berusaha menyebarkan misi 3G (gold, glory, gospel) dimana dalam salah satu misi tersebut ada upaya menyebarkan agama Katolik (gospel) dengan cara paksa sehingga bertentangan dengan ajaran yang mereka anut, yaitu agama Islam.

Jawaban

Maka, pilihan jawaban yang benar adalah A.

See also Kongres pertama Budi Utomo dilaksanakan pada tanggal 3-5 Oktober 1908 di