Perlawanan rakyat Singaparna selain karena penderitaan rakyat, perlawanan juga disebabkan penolakan rakyat untuk melakukan Seikerei, yakni

Perlawanan rakyat Singaparna selain karena penderitaan rakyat, perlawanan juga disebabkan penolakan rakyat untuk melakukan Seikerei, yakni…

A. Penyerahan padi terhadap pemerintah Jepang

B. Kewajiban untuk ikut romusha bagi rakyat Singaparna

C. Penguburan massal tanpa dilakukan menurut cara-cara Islam

D. Penindasan dan pemkasaan terhadap rakyat

E. Kewajiban menundukkan kepala ke arah matahari terbit

Pembahasan

Pada 25 Februari 1944, Para santri di Singaparna yang dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa melakukan perlawanan kepada militer Jepang yang saat itu menduduki wilayah Indonesia. Pertempuran tersebut pun dikenal dengan pertempuran Singaparna.

Semua bermula ketika Jepang menduduki Indonesia setelah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat melalui Perjanjian Kalijati. Berbeda dengan Belanda, Jepang memiliki strategi berbeda guna menguasai Indonesia. Alih-alih menyerang melalui kekuatan militer, Jepang lebih memilih cara propoganda guna mengambil hati pribumi.

Salah satu caranya adalah membebaskan semua tahanan politik Hindia Belanda, yang salah satunya adalah ulama sekaligus pemimpin pondok pesantren, K.H. Zainal Mustafa. Setelah membebaskan K.H. Zainal Mustafa, pihak Jepang mencoba merayunya menduduki jabatan anggota Sandenbu (Badan Propaganda) di Priangan Timur. Namun strategi yang dilakukan Jepang menemui jalan buntu. Sebagai pemimpin yang diikuti hampir seluruh santri di Tasikmalaya dan Priangan Timur, Kiyai yang pernah menjadi santri di Sukamiskin tersebut menolak ajakan Jepang.

Beliau menolak bekerja sama karena alasan adanya ketentuan Seikerei, yaitu sikap membungkuk ke arah bendera Jepang yang berlambang matahari terbit di pagi hari sebagai penghormatan terhadap Kaisar Jepang (Tenno Haika). Gerakan Seikerei mirip gerakan ruku’ dalam shalat. Tidak hanya sebagai penghormatan, Seikerei juga sebagai pengakuan bahwa Kaisar Jepang adalah keturunan “Dewa Matahari” (Ameterasu).

Dalam ajaran Islam tindakan itu berarti musyrik. Akibat dari penolakan tersebut, Jepang menempatkan polisi rahasia (Kenpeitai) untuk mengawasi kegiatan Pesantren Sukamanah dan KH Zainal Mustafa. Puncaknya setelah pelaksanaan sholat Jum’at, perlawanan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh K.H Zainal Mustafa terjadi. Dan tentunya banyak santri yang tewas, sedangkan K.H Zainal Mustafa ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Jawaban

Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah E.

See also Sebutkan Faktor utama kegagalan konstituante dalam menyusun UUD 1945